Tentang BEBSiC

BEBSiC (Borneo Ecological and Biodiversity Science Club), sebelumnya bernama EBSC (Ecological and Biodiversity Science Club) berdiri pada tanggal 17 Nopember 2000 yang berawal dari suatu keinginan segelintir orang yang berkeinginan murni untuk mendukung upaya pelestarian alam, species terancam punah, penurunan kualitas habitat dan lingkungan hidup, dengan kerangka sebagai sebuah lembaga penelitian/riset ilmiah non pemerintah yang tidak berinduk pada organisasi/lembaga manapun dengan harapan melalui riset/penelitian ilmiah tersebut dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada stakeholder dalam penentuan dan pengembilan kebijakan yang berpihak kepada kelestarian alam dan lingkungan hidup.

Seiring dengan dinamisnya waktu, diakhir rapat tahunan Periode II pada tanggal 24 Desember 2003 BEBSiC berubah menjadi Borneo Ecology and Biodiversity Conservation yang bidang garapannya tidak hanya pada issu keanekaragaman hayati saja, tetapi lebih dikembangkan pada issu sumberdaya alam secara global dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini dirasakan pada logika bahwa manusia sebagai aktor dari segala kegiatan yang ada dimuka bumi ini, sehingga diharapkan terjadi sebuah sinergi dan keseimbangan antara pengelolaan dan pemanfaatan dari sumberdaya alam secara berkelanjutan.

BEBSiC mempunyai Visi “Tercipta dan terbinanya kelestarian keanekaragaman hayati serta pemanfaatan sumber daya alam secara adil dan berlanjut untuk kualitas kehidupan manusia yang lebih baik” dan dalam menjalankan tugasnya mengemban misi:

  1. Meningkatkan usaha-usaha konservasi keanekaragaman hayati dan pemanfaatannya secara berkelanjutan;
  2. Mendukung upaya pengembangan, penerapan dan pelaksanaan kebijakan lingkungan hidup yang berkelanjutan;
  3. Menjalin kerjasama masyarakat regional, nasional dan internasional dalam rangka pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati.

BEBSiC disahkan secara hukum berdasarkan Notaris dan P.P.A.T Achmad Dahlan, S.H Samarinda No. 32 Tanggal 8 Maret 2001 sebagai organisasi/lembaga Non Pemerintah (Ornop) dan selanjutnya terdaftar di Pengadilan Negeri Samarinda.

Sejak berdirinya BEBSiC, divisi yang dimiliki antara lain monitoring spesies dan habitat, kampanye dan penyuluhan serta pendampingan masyarakat, namun bidang garapannya masih seputar riset/penelitian tentang keanekaragaman hayati (spesies dan habitat). Sejak tahun 2002 dimulailah pengembangan dan penambahan divisi diantaranya divisi Program dan Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Alam serta divisi Pendampingan dan Pengorganisasian Masyarakat, yang diikuti dengan perluasan bidang garapan tidak hanya pada issue keanekaragaman hayati (spesies dan habitat) namun juga kepada kegiatan pendampingan dan pengorganisasian masyarakat, serta turut serta dalam mengkampanyekan pelestarian sumberdaya alam dan tetap kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang bersinggungan dengan sumberdaya alam itu sendiri.

Lingkup kegiatan yang biasanya dilakukan:

  1. Penelitian Keanekaragaman Hayati (Biodiversity) di Kalimantan Timur.
  2. Kampanye untuk mendorong pemanfaatan sumberdaya alam secara arif dan penyelamatan habitat dan spesies yang terancam punah.
  3. Pengorganisasian masyarakat untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya alam yang berbasiskan masyarakat.
  4. Memfasilitasi dan memotivasi masyarakat (khususnya masyarakat dampingan) untuk turut mendukung upaya rehabilitasi hutan dan lahan kritis yang terdapat disekitar tempat tinggalnya.
  5. Mengembangkan metode Rehabilitasi hutan dan lahan berbasis peningkatan ekonomi masyarakat.

Borneo Ecology and Biodiversity Conservation Institute (BEBSiC)
Jl Suwandi I No. 72 Samarinda – Kalimantan Timur
Telp/Fax: +62-541-748163
email: bebsic[at]bekantan.net ; bebsic[at]gmail.com

Comments are closed.