BEBSiC mempunyai mimpi agar tercipta dan terbinanya kelestarian keanekaragaman hayati serta pemanfaatan sumber daya alam secara adil dan berlanjut untuk kualitas kehidupan manusia yang lebih baik

Borneo Ecology and Biodiversity Conservation Institute

BEBSiC (Borneo Ecological and Biodiversity Science Club), sebelumnya bernama EBSC (Ecological and Biodiversity Science Club) berdiri pada tanggal 17 Nopember 2000 yang berawal dari suatu keinginan segelintir orang yang berkeinginan murni untuk mendukung upaya pelestarian alam, species terancam punah, penurunan kualitas habitat dan lingkungan hidup, dengan kerangka sebagai sebuah lembaga penelitian/riset ilmiah non pemerintah yang tidak berinduk pada organisasi/lembaga manapun dengan harapan melalui riset/penelitian ilmiah tersebut dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada stakeholder dalam penentuan dan pengembilan kebijakan yang berpihak kepada kelestarian alam dan lingkungan hidup.

Tuna Wisma di Tanah Kelahiran

| |

Tanggal 5 November telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional. Tak seperti Hari Lingkungan Hidup dan Hari Bumi, hari tersebut tidak diperingati oleh banyak kalangan. Bahkan lebih cenderung dilupakan oleh kalangan pemerintah yang telah membuat penetapannya.

Puspa dan satwa langka (dan dilindungi) selalu digunakan oleh berbagai pemerintah provinsi maupun kabupaten-kota sebagai maskot kebanggaan daerah. Untuk acara pekan olahraga nasional (PON) yang akan diselenggarakan di Kaltim tahun depan, juga menggunakan tiga satwa langka sebagai maskot, yaitu orangutan, pesut dan burung enggang (rangkong). Sayangnya penggunaan satwa (maupun puspa) sebagai maskot, tidak diikuti oleh upaya konkrit perlindungan habitat sebagai rumah berkehidupan bagi puspa dan satwa.

Pelatihan Pengamatan Satwa

Pelatihan Pengamatan Satwa
“Camping and Study”
Sarana Bermain Belajar dan Berpetualang
 
Samarinda, 12 - 15 Juli 2007
 
Banyak Pelajar dan Mahasiswa di Kalimantan Timur, ksususnya yang berada di wilayah Samarinda, gemar melakukan kegiatan camping atau berpetualang di alam bebas. Dari berbagai tempat seperti daerah hutan, pegunungan, danau, pantai, air terjun dan lain sebagainya mereka kunjungi. Banyak alasan mengapa mereka melakukan hal demikian, ada yang ingin belajar, bermain, berpetualang, dan berwisata. Dengan demikian camping adalah suatu hal yang sangat menarik untuk dilakukan seseorang.

Masukan Terhadap Draft RPJP Propinsi Kalimantan Timur Tahun 2005-2025

BEBSiC mencoba memberikan masukan terhadap Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Propinsi Kalimantan Timur tahun 2005-2025 yang disusun oleh Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur. Masukan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu masukan terhadap substansi, masukan terhadap proses dan masukan non substantif.

Camping and Study

Camping and Study
Sarana Bermain, Belajar dan Berpetualang

Camping adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan, apalagi di tempat yang bernuansa alami (Natural) seperti daerah hutan, pegunungan, pantai, danau dan lain sebagainya. Dengan aktifitas camping biasanya akan menyadarkan seseorang akan kebesaran Tuhan dalam menciptakan alam semesta ini. Selain itu camping juga dapat memberikan nuansa tersendiri terhadap seseorang. Banyak alasan orang melakukan kegiatan Camping, bisa saja ingin bersenang-senang, mencari inspirasi, menghilangkan stres, ingin berpetualang, belajar dan lain sebagainya. Tak jarang orang dari berbagai kalangan baik anak-anak, dewasa, dan bahkan orang tua sekalipun senang dengan kegiatan camping, dan mereka pasti memilki tujuan masing-masing sesuai dengan minatnya.

ITIK BENJUT TERTANGKAP PEMBURU DARI KALSEL

"Sungguh malang nasib si benjut, Itik yang jarang sekali dijumpai di perairan danau mahakam harus mendekam dalam kandang bersama puluhan burung belibis lainya. Sesekali hanya bisa berjalan mondar-mandir dalam kandang dan bulunya tampak kusam setelah terkena jaring para pemburu. Entah berapa lama lagi dia akan hidup, karena para pemburu akan segera memotong burung tersebut ketika para tengkulak datang untuk membeli dagingnya".

Monitoring Perburuan dan Perdagangan Burung Belibis Kembang (Dendrocygna arcuata)

Monitoring Perburuan dan Perdagangan Burung Belibis Kembang (Dendrocygna arcuata) di Danau Mahakam, Kalimantan Timur, Indonesia, Tahun 2005-2006

 

BORNEO ECOLOGY AND BIODIVERSITY CONSERVATION

November 2006

Bersama :

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim

BAJING DAN TUPAI BORNEO

Kurang tepat bila ada perumpamaan “sepandai-pandainya Bajing meloncat akhirnya jatuh juga”, yang umum adalah “sepandai-pandainya Tupai meloncat akhirnya jatuh juga”. Namun demikian, si Bajing juga tak mau kalah dan juga memiliki kelebihan dibanding tupai. Kata bajing juga populer dipakai dalam bahasa kita yang menjadi kata sifat, yaitu; Bajingan. “Bajingan itu memperdayaiku, kemudian menguras semua harta benda yang kupunya”

Kedua jenis binatang tersebut sama-sama pintar dan hebat, sehingga orang Indonesia sering menggunkan istilah dari kata bajing dan tupai. Bajing dan Tupai memiliki perbedaan, Tupai sepintas mirip dengan bajing, tetapi berbeda anatomi dan perilakunya. Tupai mempunyai moncong sangat panjang (bagian muka, mulut dan hidung) sedangkan bajing tidak demikian.

Kutemukan Itik Benjut


 

Kutemukan Itik Benjut (Anas gibberifrons)

Oleh; Agoes syt

 

 

Berawal dari kegiatan Project "Survey Perdagangan Burung Belibis Kembang (Dendrocygna arcuata)" di Danau Mahakam Kalimantan Timur (Jempang, Melintang, Semayang) tahun 2005-2006, dalam 12 kali survei lapangan untuk setiap bulanya terlihat burung itu 2 kali terbang dalam jumlah kecil yaitu 5 dan 8 ekor, namum belum dapat teridentifikasi dari suku Anatidae ini. Burung tersebut sangat liar dan sensitif sehingga tiba-tiba saja terbang menghilang ketika kami berusaha untuk mengamati. Pada bulan September 2006 ketika air danau surut, burung ini terlihat lagi dengan jumlah 5 ekor di daerah danau Jempang dekat Desa Lanting Kutai Barat. Burung ini tampak diam di tempat, kemudian berenang, terkadang terbang dan hinggap di tempat kubangan air danau secara berulang-ulang. Jenis ini adalah jenis burung yang akuatik yang selalu bergantung pada keberadaaan air. Sangat masuk akal bila burung ini mempertahankan daerah kubangan yang masih menyisakan air untuk bertahan hidup.

Nasib Satwa Endemik Kalimantan Bergantung Pada Siapa?

| |

Samarinda (30/11/2006). Satwa endemik (khas) Kalimantan hingga saat ini masih belum memperoleh perhatian penuh dari para pihak. Keberadaan satwa endemik Kalimantan, diantaranya Bekantan (Nasalis larvatus), Orangutan (Pongo pygmaeus), Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris), dan Rusa Sambar (Cervus unicolor) masih terancam dengan berbagai aktivitas pembangunan. Kawasan-kawasan bernilai penting yang merupakan habitat satwa endemik Kalimantan terus dieksploitasi atas nama kepentingan ekonomi. “Pemerintah sudah saatnya melindungi kawasan bernilai penting, baik secara ekologis maupun yang bernilai penting secara ekonomis dan sosio-kultural bagi komunitas lokal di Kalimantan”, ujar Muhammad Fadli, Direktur Borneo Ecology and Biodiversity Conservation (BEBSiC).